أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم

hari
nie ana nak share satu kisah yang mnunjukkan ada dosa yg lebih BESAR
dari BERZINA .. eh ? ade ke ? dosa pe ek ? haaa .. kalau nak tau , jom
kita baca kisah nie .. moga2 dapt djadikan pengajaran untuk kita ..
InsyaAllah ;) selamat membaca ..
Pada
suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada
dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh
wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.
Kulit
yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat
menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia
melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musaa.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka
terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu
lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya
berderai
tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan
berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut
mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!"
desak
Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah
berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu
eneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak
itu lahir, langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita
itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi
Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan
bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam
rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil
memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh
segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari
dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus
kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi
kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula
manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi
Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang
wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi
Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita
pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu
bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada
perempuan yang nista itu?"
"Ada!"
jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian
penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa
menyesal.
Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk
menghadap
kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan
ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari,
orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja
dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang
itu
tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan
menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan
tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang
orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh
berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada
di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima
kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman
Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar
dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70
nabi
dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain
disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu,
kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu
huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari
360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu
tahun di dunia.
Demikianlah
kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan
menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban
sholat dengan istiqomah
♥ Ustaz Azhar Idrus ( Original ) fb ♥
"Sesungguhnya
aku sedang menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yg terbaik dalam
kalangan kamu. Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana
aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang
itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak
akan ada pendakwah. Maka akan jadi sikitlah orang yang memberi
peringatan."
Sabda Nabi : " Ilmu itu milik Allah , barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insyaAllah , Allah akan menggandakan sepuluh kali kepadanya " JOM SHARE =D
BalasPadam